Keep On Writing ..
bilik ekspresi sayaArchive for Uncategorized
Lagi-Lagi Skeptis Lagi
Apa itu hubungan baik ?
Apa pula itu komitmen hubungan bernama persahabatan ?
Apa artinya ?
Memang apa bedanya sahabat, teman dan kenalan ? Ngga ada. Semuanya sama2 partner saat tertawa2.
Sepertinya sekarang apa2 semua lebih sering saya hadapi sendiri, saya jarang curhat2 berat. Kalaupun bersama2 ya cenderung ketika melakukan sesuatu yang hepi2. Kala masa suram datang, saya tidak menemukan lagi mereka. Mana orang2 yang sebelumnya selalu berteriak2 sebagai sahabat ?! Tidak ada. Lenyap, ditelan entah apa namanya, tendensi mungkin.
Saya muak, sungguh saya ingin sekali menumpahkan air mata. Bukan karena sedih, tapi lebih karena kecewa. Euforia2 yang dulu bising di telinga saya lenyap. Rasanya waktu2 itu hanya mimpi, tidak benar2 terjadi. Kenapa ? Karena semua dangkal, tidak ada lagi kesan mendalam.
Saya berhak sakit hati kan ?! Jadi kenapa ketika hak yang jarang2 saya gunakan itu kali ini saya gunakan justru lagi2 semua timpaan kesalahan seolah2 ngambruk ke saya juga ??
Hmm, ternyata saya memang hanya boleh selalu terlihat sempurna, tidak boleh sedikitpun dan sebentarpun tampak cacat. Karena ketika bopeng itu terlihat sedikit saja, maka badge bertuliskan “sahabat” akan dicerabut dari leher saya. Kalau begitu, saya memutuskan untuk tidak akan pernah lagi mengharapkan mendapat badge itu. Karena momen pencerabutannya terasa lebih sakit daripada ketika menyadari tidak memiliki badge itu.
Dan, tolong ya dipahami : Saya hanya manusia biasa, yang tidak selamanya bisa cengengas cengenges, ketawa ketiwi, selalu hepi apalagi senantiasa sempurna. Saya kerapkali terpuruk dalam ketidakberdayaan, saya juga bisa sedih bahkan menangis dan tidak mampu menjadi apa yang diharapkan banyak orang.
Saya lelah, menjadi seseorang yang harus maklum tanpa pernah dimaklumi. Sudah 5 tahun dan kali ini, saya benar2 menyerah …
All About Me ..
- Me & My Lil Bro (1989)
All about me ??
Yup. Curriculum vitae non formal lah ceritanya. Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah SIM -gaul banget kan tugas mata kuliah saya, ngeblog gitu lho-. Jadi, semua yang ada di postingan ini adalah cerita panjang yang akan diusahakan tidak terlalu panjang, tentang saya, sejak lahir hingga sekarang.
Begini ceritanya …
1984 : Saya dilahirkan pada penghujung September di tahun ini, disebuah kota kecil tengah Jawa, Magelang. Saya adalah anak pertama dari Bapak saya, Wimono Surosewoko dan Ibu saya, Sri Supadminah dan diberi nama “Nur Azizah Eka Wardhani” yang artinya “Cahaya kekuatan pertama -sementara Wardhani diambil dari nama almarhum Oom yang disayang banget sama Bapak-”. Sejak lahir, saya terbiasa lebih sering tumbuh tanpa Bapak disisi saya, berhubung Beliau adalah seorang pelaut yang hobi sekali mengarungi samudra ( halah .. ), jadilah kepulangannya hanya tiap 3 bulan sekali. Selain itu, waktu kecil saya juga tidak kaget ketika harus terbangun tanpa ada Ibu disamping saya, karena Beliau adalah seorang Bidan di sebuah Rumah Sakit di Magelang, yang secara berkala tiap minggu kebagian tugas jaga malam.
1987 : Selama hampir 3 tahun, status saya adalah anak tunggal bagi kedua orang tua saya, sebelum akhirnya pada tengah tahun 1987, adik laki2 saya lahir. Bagaimana kesan pertama punya adik ? Awalnya menyebalkan, bahkan karena dibakar cemburu ( bahasanya berlebihan amat .. ) perhatian orang tua harus dibagi dua, saya sampai sakit. Tapi semakin kesini, saya semakin paham, saudara yang kita punya adalah ‘aset’ berharga, yang membuat kita tidak akan kesepian dan merasa sendirian di dunia. Hmm, i love my bro ..
1988 : Sudah cukup saya bersekolah hanya di rumah. Saatnya memulai memahami dunia luar yang liar ( lagi2 bahasanya aneh bener ). Pada tahun 1988, saya disekolahkan di TK Pertiwi Kodya Magelang. Cukup aneh bagi anak2 lain di lingkungan sekitar, kenapa harus sekolah jauh2, kenapa ngga disekitar rumah saja ? Tapi biarlah, saya memang aneh dan orang tua saya tidak sanggup menahan keanehan saya itu : keinginan untuk sekolah di TK yang berjarak lebih dari 5 km dari rumah.
1990 : Keanehan yang berhubungan dengan akademis masih berlanjut pada hidup saya. Lulus dari TK, proses masuk SD, sayapun mengungkapkan keinginan untuk sekolah di SD Negeri Magelang 6, salah satu SD favorit di kota saya yang juga ngga kalah jauh dari rumah. Keinginan itu sempat terhambat, mengingat usia saya saat itu belum genap 6 tahun. Akhirnya saya diuji kelayakan, apakah pantas masuk ke SD unggulan itu, jadilah, ketika semua teman2 sudah enjoy menghapal pancasila dan berteriak2 “A, B, C ..”, saya harus menjalani berbagai tes masuk -macam anak SD jaman sekarang saja-. Alhamdulillah, saya dinyatakan berhak bergabung di SD idaman itu. Selama 6 tahun berseragam putih merah, mengenyam berbagai pengetahuan dasar, menjalin banyak persahabatan dan berprestasi di segala bidang ( bohong, prestasi dapat rangking 3 mah orang lain juga banyak yang bisa ).
1996 : Alhamdulillah, lulus SD dengan nilai asal lulus
Yang penting bisa jadi modal untuk masuk SMP negeri lah. Hehe .. Saya lanjut ke SLTP Negeri 1 Magelang, disinilah saya belajar banyak hal, hal2 yang lebih ruwet dan rumit. Teman2 juga lebih banyak dan beragam, organisasi juga mulai mendukung keeksisan saya. Di SLTP ini, saya aktif di organisasi Pramuka Gudep 02.23 – 02.24 sebagai Regu Inti, bahkan hingga sekarang masih tergabung juga dalam ikatan alumninya : IKARI RANCA. Kisah cinta pertama juga mewarnai hidup saya di tingkat sekolah menengah pertama ini. Hwekekeke .. ( sudah cukup, ngga usah dibahas ).
1999 : Ngga terasa, sudah saatnya masuk SMU. Ada sebuah cerita dramatis pada fase kelulusan saya dari SMP menuju ke SMU ini. Waktu itu, hampir saja ( amat sangat nyaris ) saya bisa memenuhi satu lagi mimpi untuk bersekolah di sebuah dormitory school, yang saat itu sedang naik daun, SMU Taruna Nusantara. Namun ternyata jalan saya memang bukan disitu, saya harus jatuh sakit dan gagal pada tes terakhir. Kecewa ?? Tentu. Bukan hanya saya, orang tua juga. Namun ada pelipur yang segera saya dapatkan, saya diterima di SMU Negeri 1 Magelang, salah satu sekolah yang tidak kalah peringkat akademis dibanding SMU TN, hanya saja tidak berasrama. Kemudian, kehidupan saya di SMU tidak serapih ketika di SMP, tidak ada guratan prestasi akademis di rapor, tidak ada keeksisan loyal di suatu organisasi, bahkan membolos pelajaran saya jalani dengan ringan, semua saya jalani separuh2. Akhirnya penyesalan di akhir yang saya dapatkan, untung belum terlambat, saat2 terakhir menjelang EBTANAS saya berhasil menggenjot semangat dan optimisme yang sejak lama tidak saya punya. Alhamdulillah, hasil akhir tidak terlalu buruk, meskipun juga tidak sangat baik. Itulah pelajaran berharga, barangsiapa tidak menggunakan waktunya dengan baik, yang ada hanya penyesalan dan dialah yang merugi.
2002 : Tahun 2002 adalah gerbang baru untuk saya. Saya harus kuliah dan itu artinya harus mulai jauh dari orang tua, dari rumah. Saya memilih untuk ikut SPMB dan USM STAN, entah bagaimana caranya keduanya tembus. Pilihan2 harus mulai dipilih : Teknologi Industri Pertanian UGM atau Penilai/PBB STAN ?! Pilihan yang sulit, namun dengan berbagai pertimbangan saya memilih STAN, Jakarta -yang begitu jauh dari rumah dan orang tua-. Bismillah, semoga inilah jalan yang terbaik dan menjadi awal perjuangan yang barokah. So, jadilah selama 3 tahun saya pulang pergi Jakarta-Magelang, untuk menuntut ilmu dan kemudian melepas rindu pada orang tua, begitu terus. Disini, saya ditempa menjadi calon pegawai negeri -sekaligus menjadi risk saver-, berbagai pelajaran -tidak sekedar akademis, tapi juga hidup- saya dapatkan juga disini hingga akhirnya diwisuda pada 2005. Saat itu, betapa senangnya melihat kedua orang tua berbinar bahagia melihat saya bertoga : satu hal yang menurut saya sederhana, tapi ternyata begitu berharga bagi mereka.
2006 : Tengah tahun 2006, setelah hampir 1 tahun saya magang di Magelang, penempatan kerja keluar juga : KPPBB Jakarta Barat Dua, itulah tempat saya menuntut ilmu selanjutnya, sekaligus bekerja. Yah, jauh lagi deh dari rumah, apalagi waktu itu Bapak sedang terbaring sakit karena kecelakaan yang menimpanya pada Maret 2006. Namun sekali lagi, show must go on, tidak ada kata maklum untuk sebuah perjalanan hidup, semua harus terus berjalan. Wow, di kantor baru ini saya mendapatkan banyak hal baru juga, teman, atasan, masalah pekerjaan, WP yang rese dan sebagaianya. Pelajaran lagi, memang proses pembelajaran tidak pernah berhenti ..
2007 : Salah satu tahun tersulit dalam hidup saya, Ibu tercinta meninggalkan kami untuk selama-lamanya, dengan sakit yang tidak lama dan tidak menyiksa. Semua begitu tiba2, Bapak, saya dan adik terguncang. Namun masa berkabung tidak boleh diwarnai dengan air mata terlalu lama kan ? Ibu juga pasti tidak menginginkan itu. Kami bisa survive, ditengah cobaan yang begitu berat itu. Bagaimanapun, saya merindukan dia, Ibu .. Selain musibah wafatnya Ibu, saya juga mengalami mutasi kerja, dari KPPBB Jakarta Barat Dua ke KPP Pratama Jakarta Kembangan. Alhamdulillah, tidak terlalu jauh dari tempat kos saya dan suasana kerja yang ada juga cukup menyenangkan -meskipun tidak semenyenangkan kantor lama-. Tidak lama saya merasakan modernisasi di lingkungan kerja, karena akhir tahun 2007 saya bergabung kembali ke Jurangmangu, program D4 sudah menanti. Belajar lagi ..
2008 : Musibah kembali datang, April 2008 atau hanya bertaut 9 bulan dari wafatnya Ibu, Bapak menyusul. Bapak meninggal dengan sebuah penyakit bernama PiNET ( apa itu PiNET ? Silahkan baca disini ) yang tidak saya duga2 sebelumnya. Berat, namun semua sudah menjadi suratan, saya dan adik harus kembali bertahan dengan status baru : yatim piatu. Perjuangan ini harus berlanjut, hidup saya dan adik belum selesai, apalagi adik yang kuliahnya sedang berproses menuju lulus. Ya, perjuangan ini harus berlanjut .. Di tahun ini, saya juga mulai total menuntut ilmu di D4 saya, salah satunya ya ketemu Pak Cahyo sebagai dosen SIM ini. Hehehe .. Selebihnya, suasana belajar D4 memang berat, namun menyenangkan juga. Masa2 susah tidur dibawah jam 12 malam karena mengerjakan tugas, persiapan presentasi yang gedandapan dan lain2, tidak akan terlupakan.
2009 : ( ups, belum ya ?! hehe .. saya sih berharap pada tahun 2009 ada peristiwa yang mengubah hidup dan status saya secara signifikan -you know what, dont you ?- )
Wow, panjang bener ?! Maaf, terlalu asik nulis nih ..
Menulis memang hobi abadi saya. Hehe .. So, kunjungilah blog saya yang lain : http://theonenoerazhka.multiply.com ( blog ini lebih sering saya update ).
Then, keep blogwalking disini ..
Spesial untuk Pak Cahyo Winarto, monggo dipun kedhapi blog saya, semoga berkenan
Terima kasih telah memberi kesempatan bagi kami untuk menulis & ngeblog, ini benar2 menyenangkan bagi saya ..
Langkah Pertama
Wah, akhirnya saya terprovokasi juga untuk menjejakkan kaki di ranah WordPress ini. Bukannya dunia Multiply mulai membosankan, saya hanya ingin membiarkan jari-jari saya menari lagi di atas keyboard dan kemudian hasilnya bisa dibaca banyak orang. Ngga tau, saya bener-bener cinta nulis sekarang. Apa saja, sebisa mungkin pasti akan saya abadikan ke dalam tulisan. Tapi bukan tulisan kaya dulu yang lebih ke fiksi, sekarang saya cenderung suka yang real-real saja lah .. Hehe ..
Uhm .. Cukuplah langkah pertama ini.
Nanti-nanti, saya akan lebih sering menata rumah saya ini, dengan catatan-catatan kecil tentang segala sesuatu yang saya jumpai di dunia nyata.
Semoga, saya dan kalian semua nyaman di rumah baru ini.
Memang, untuk mencapai puncak dibutuhkan beratus-ratus langkah, tapi yang menjadi penting adalah bagaimana kita membuat langkah pertama. Ya ?

