Keep On Writing ..

bilik ekspresi saya

Archive for Kuliner

Ngidam Tahu Sumedang

2 September 2008 ( 2 Ramadhan 1429 H )

Ketika adzan Maghrib masih kurang 40-an menit ..

Tiba-tiba saya teringat akan sebuah camilan yang lama ngga saya beli, tahu sumedang, yang dijual di warung dekat gerbang PJMI. Wah, sepertinya enak sekali buka hari ini dengan segelas teh manis panas dan tahu yang memang terkenal uenakkk itu. Hmm .. harap diketahui, tahu sumedang PJMI itu memang tiada tanding deh. Walaupun harga terpaut 100 Rupiah dengan tempat lain, tapi ngga papa lah, karena kita akan mendapat tahu yang benar-benar tahu plus isi sayuran yang ‘manusiawi’. Ngga seperti tempat jualan gorengan yang lain, udah tahunya segede upil, ngasih isinya ngga tau niat ngga tau ngga, eh harganya 500 Rupiah. Pokoknya, tahu sumedang gerbang PJMI ini emang enak lah, must try item !!

Nah, meluncurlah saya ke warung mungil yang selalu ramai dikunjungi orang itu. Ngga jauh dari kos saya, cuma 4 atau 5 blok saja jaraknya. Terbayang betapa enaknya menu buka saya hari ini. Tahu sumedang sudah berputar-putar di kepala saya. Yummy ..

Sesampainya disana, saya mulai khawatir, kok di rak jualannya hanya tinggal remukan ? Tapi saya mencoba berprasangka baik, si Ibu memang begitu, paling-paling dia belum menaikkan tahu yang baru saja matang dari penggorengan ke rak jualan. Jadi masih banyak lah pastinya, setengah enam sore juga belum ada, masa habis ?! Saya parkir motor dan si Ibu menyapa duluan,

” Wah lama ngga keliatan, Mbak ? “

” Iya, Bu .. “, balas saya, karena ngga sabar saya langsung menyambung lagi,

” Tahunya 5, Bu, buat buka nih .. “.

Si Ibu langsung nyengir,

” Yahhh, habis tuh, Mbak. Tinggal remukan, mau ?? “.

Hwaaa ?? Habis ?? Yaelah .. Masa iya buka pakai remukan tahu ?? Tahunya sih yummy, tapi kalau hanya remukannya ya sorry. Huhuhu .. Tampang saya langsung terlihat memelas. Hilanglah harapan saya untuk menyantap tahu sumedang nikmat itu. Kecewa. Ternyata orang-orang juga menjadikannya favorit menu berbuka puasa, ngga hanya saya. Ya sudahlah, saya pamitan dan berbalik pulang. Sungguh, saya masih kecewa, tahu-tahu itu masih berkeliaran saja di kepala.

Besok masih mau mengulangi, dengan catatan datang agak awal saja, jam 5 mungkin, biar kebagian.

Oh tahu sumedang .. :(

Kupat Tahu “Pak Pangat”

Kupat Tahu "Pak Pangat"

kupat tahu enakkk

Huhuhuhu ..

Ada-ada saja nih, masa masih di tanah orang malah kepengin makan macem-macem. Saya pengin makan kupat tahu, mana ada disini ? Eh ada sih, tapi rasanya ngga seenak dan sekhas yang ada di Magelang :)

By the way, kupat tahu itu apa sih ?

Hehe .. Kupat tahu itu makanan khas Magelang ( eh sok ngaku-ngaku, bener ngga sih ?! ), ya paling ngga, kupat tahu adalah makanan yang paling banyak dicari oleh orang yang berkunjung ke ibukota eks Karisidenan Kedu ini. Seperti namanya, kupat tahu ya terdiri dari kupat ( ketupat ) dan tahu, kalau di Jakarta ya semacam Ketoprak lah, dengan bumbu kacang yang lebih kental dan cenderung lebih manis.

Ada satu warung kupat tahu yang legendaris banget, yaitu Tahu Pojok, yang lokasinya ngga jauh dari Aloon Aloon Kota Magelang. Bahkan Bapak SBY hobinya bernostalgia ke warung sederhana itu setiap kali berkunjung ke Magelang. Tapi entah ya, bagi saya pribadi, rasa kupat tahu kepunyaan “Tahu Pojok” ngga begitu nyanthel di lidah, terlalu manis, jadi saya jarang sekali njajan di “Tahu Pojok”. Pilihan saya ketika pengin kupat tahu ya di “Pak Pangat”, menurut saya, inilah kupat tahu yang paling yummy :)

Kenapa diberi nama kupat tahu “Pak Pangat” ?

Ya jelas, karena yang punya bernama Bapak Supangat :) Letaknya mudah dicari juga, ngga jauh dari pusat kota, tepatnya di Jalan P. Diponegoro. Cukup strategis, karena lokasi ini ngga jauh dari pintu masuk tempat wisata Taman Kyai Langgeng. Anda bawa kendaraan pribadi ? Uhm, dari pusat kota Magelang, lurus saja, ikuti Pecinan sampai Akademi Militer, perhatikan kanan jalan, pertigaan pertama berbeloklah sampai ketemu perempatan. Nah, warung kupat tahu idola saya itu ada di dekat perempatan itu. Sementara dengan kendaraan umum juga ngga susah, karena warung milik Bapak yang berusia 48 tahun ini dilewati angkutan jalur 1, 5 dan angkutan pedesaan jurusan Magelang-Kalinegoro. Gampang kan ?! Jika Anda mau berkunjung kesana, saran saya jangan terlalu siang, karena bakal ramai sekali, dipenuhi orang-orang yang hendak makan siang. Apalagi tempat yang tersedia hanyalah warung semipermanen yang tidak terlalu luas, jadi selain berkeringat karena cabe di kupat tahu pesanan Anda terlalu banyak, Anda juga akan berkeringat karena kepanasan.

Yuk, berlanjut ke kupat tahu eksotis itu ( haduh, istilah saya berlebihan ngga ya ? ) ..

Kupat tahu “Pak Pangat” istimewa karena racikannya yang istimewa. Istimewanya dimana ? Kacang yang digunakan di setiap porsi hampir 3 kali lipat di tempat-tempat lain, buanyakkk !! Yang khas lagi, Pak Pangat mempunyai jurus ulek-bumbu-langsung-di-piring. Kata Beliau, dengan cara seperti ini, semua bumbu menempel di piring, tanpa ada yang tertinggal di cobek, jadi aroma dan rasa tiap bumbu ngga berkurang. Hal-hal yang unik lagi :

1. Kecap yang dipakai adalah racikan sendiri, bukan kecap merek B***o atau A*C. Jadi bener-bener menciptakan rasa khas Pak Pangat banget lah.

2. Dalam racikannya ada kubis alias kol, dimana sayuran berwarna putih semi hijau itu dicelup di minyak panas sebelum dicampur dengan kupat, tahu dan kawan-kawannya itu, tapi cuma sebentar, ngga ada satu menit. Hasilnya, aromanya kok jadi beda ya ? Entah rahasia apa yang diselipkan Pak Pangat di minyak panas itu. Hehe ..

3. Yang paling beda dari kupat tahu lainnya, kupat tahu “Pak Pangat” ini ada bakwan-kering-renyah-dan-enak yang dicampurkan bersama kupat, tahu dan teman-temannya itu.

Hasilnya ??

Inilah kupat tahu paling enak yang pernah saya rasakan. Setiap kali pulang kampung, saya selalu menyempatkan untuk mengunjunginya. Rasanya yang legit namun tidak terlalu manis itulah yang menjadikan kupat tahu ini nagih. Jadi datanglah ke kupat tahu “Pak Pangat”, rasakan betapa enak racikan keluarga Pak Pangat itu hanya dengan Rp. 5.000 per porsinya ( udah naik belum ya ?? ) Dan saya jamin Anda pasti ingin kembali lagi karena ketagihan. Hehe ..

Magelang, never ending walking-walking and eating-eating. Hayah ..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.