Keep On Writing ..
bilik ekspresi sayaArchive for October, 2008
Hari Keuangan, Kampus Heboh
30 Oktober ..
Pada hari ini, 62 tahun lalu, negara kita mulai punya mata uang sendiri, saat itu bernama Oeang Repoeblik Indonesia ( ORI ). Jadilah, setiap tahun, tanggal 30 Oktober dijadikan sebagai Hari Keuangan.
Trus apa ngaruhnya Hari Keuangan pada diri saya ?
Ngga terlalu banyak juga sih. Hihihi .. Tapi paling ngga, karena merasa sebagai bagian dari Departemen Keuangan, saya selalu berusaha mengingatnya, bahwa 30 Oktober adalah Hari Keuangan. Walaupun kenyataannya, tahun ini saya nyaris lupa, mungkin karena lingkungan sekitar biasa2 aja, ngga kaya waktu di kantor dulu, yang selalu heboh ketika akhir Oktober tiba : persiapan Hari Keuangan sekaligus karena target penerimaan belum tercapai. Hahaha ..
Dulu, ketika awal2 menyentuh dunia perkantoran, 2004 : PKL dan 2005 : magang, keduanya di KPPBB Magelang, saya sempat heran dengan tradisi yang ada di instansi tercinta ini. Bagaimana tidak, ketika hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, tidak ada kewajiban untuk menghadiri upacara, kantor ya libur aja gitu, di rumah, nonton pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh para Paskibra Nasional itu. Sementara ketika Hari Keuangan, 30 Oktober, edaran tentang wajibnya mengikuti upacara di lapangan Balai Diklat Pajak, Magelang mulai disebar sejak beberapa hari sebelumnya. Dengan embel2 sanksi pula, jika sampai absen maka bla bla bla .. Hmm, aneh, kenapa Hari Keuangan lebih heboh dibanding Hari Kemerdekaan ya ?! Ternyata setelah penempatan di Jakarta keadaan sama saja, 17 Agustus kantor adem ayem saja, libur. Sementara 30 Oktober disambut gegap gempita, upacara juga tetap ada meski hanya mengirimkan beberapa duta. Sampai sekarang saya masih belum menemukan jawaban atas preferensi kehebohan di antara 2 momen itu, cuma saya malas saja mencari-cari penjelasan lagi, semalas saya menanyakan, mengapa Dep Keu ngga punya seragam Korpri ? Secara pegawai Dep Keu juga adalah pegawai negeri ..
Tahun ini, 30 Oktober -Hari Keuangan- nyaris terlupakan. Mungkin karena sekarang di kampus kali ya, jadi orang2 pun ngga terlalu ngeh. Namun ada satu hal yang terlihat heboh di kampus Jurangmangu tercinta ini : penataan lingkungan kampus secara besar2an. Kampus benar2 berdandan, mulai dari pemasangan pagar BRC di sekitar Gedung G, penataan taman2 ( rumput jepang, pohon palem, dsb kini menghias dimana2 ), Taman CD yang sekarang ber-air mancur ( saking bagusnya Taman CD sekarang, beberapa teman punya ide untuk foto pre-weeding disini, hemat
) sampai aturan “Kambing Dilarang Berkeliaran di Lingkungan Kampus”. Bagi yang sudah lama ngga berkunjung ke almamater di Jurangmangu ini, jangan heran, Njenengan ngga nyasar kok, ini masih kampus STAN, walaupun sekarang terlihat lebih rapi, indah, keren dan bersih. Hehehe ..
Usut punya usut, ternyata pembenahan besar2an ini adalah kebijakan ( atau gebrakan ) yang dilakukan oleh Kepala BPPK yang baru, Bapak I Made Gde Erata. Memang, dalam dengar pendapat dengan mahasiswa beberapa waktu lalu, Beliau berjanji akan melakukan perbaikan fasilitas kampus yang menurut pendapatnya masih acak adul. Syukurlah, janji bukan sekedar janji, kurang dari 3 bulan, janji2 Beliau telah direalisasi. Kampus menjadi lebih adem dan idhum. Semoga setelah bagian outdoor, fasilitas gedung juga segera diperbaiki, Beliau juga menjanjikan hal ini : tidak akan ada lagi toilet bau dengan pintu yang rusak, tidak akan ada lagi jendela yang lepas dari engsel dan tanpa kaca, tidak akan ada lagi meja kursi yang kakinya hanya 3 dan lain sebagainya. Dan selain memang merupakan realisasi janji Pak Erata, berdandannya kampus juga dalam rangka rencana kunjungan Ibu Menteri pekan depan. Entah, dalam rangka Hari Keuangan juga ngga ya ?? Pada kunjungan sebelumnya, Ibu Menteri memang harus disambut oleh kambing2 yang merumput dengan tenangnya di halaman kampus. Hehe .. Ilfil juga kali ya, Beliau, masa jauh2 dari Lapangan Banteng ketemunya kambing. Dijamin yang sekarang ngga ketemu kambing lagi, Bu, percaya deh.
Ok, kehebohan di kampus masih akan berlanjut sepertinya, belum semua pekerjaan perbenahan selesai, rumput2nya juga belum tumbuh tuh, masih kelihatan banget, barusan ditanam : gundul, ada, gundul, ada .. Gitu. Mudah2an keindahan dan kerapian ini ngga hanya ada ketika menyambut momen, menyambut Ibu Menteri atau menyambut saya kuliah saja (hmm, memangnya siapa saya, kok disambut segala ?!). Mudah2an semuanya bertahan indah, bertahan rapi sampai kapanpun, karena kebutuhan akan fasilitas kampus yang nyaman bukan hanya ketika Hari Keuangan ataupun Ibu Menteri datang. Kami, para penuntut ilmu ini membutuhkannya, kapan saja, setiap saat, tidak peduli Hari Keuangan, tidak peduli Hari Pendidikan.
Selamat Hari Keuangan ke-62.
Semoga di hari ini, seluruh Rakyat Indonesia telah memegang uang.
Amin.
( repost dari : http://theonenoerazhka.multiply.com )
All About Me ..
- Me & My Lil Bro (1989)
All about me ??
Yup. Curriculum vitae non formal lah ceritanya. Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah SIM -gaul banget kan tugas mata kuliah saya, ngeblog gitu lho-. Jadi, semua yang ada di postingan ini adalah cerita panjang yang akan diusahakan tidak terlalu panjang, tentang saya, sejak lahir hingga sekarang.
Begini ceritanya …
1984 : Saya dilahirkan pada penghujung September di tahun ini, disebuah kota kecil tengah Jawa, Magelang. Saya adalah anak pertama dari Bapak saya, Wimono Surosewoko dan Ibu saya, Sri Supadminah dan diberi nama “Nur Azizah Eka Wardhani” yang artinya “Cahaya kekuatan pertama -sementara Wardhani diambil dari nama almarhum Oom yang disayang banget sama Bapak-”. Sejak lahir, saya terbiasa lebih sering tumbuh tanpa Bapak disisi saya, berhubung Beliau adalah seorang pelaut yang hobi sekali mengarungi samudra ( halah .. ), jadilah kepulangannya hanya tiap 3 bulan sekali. Selain itu, waktu kecil saya juga tidak kaget ketika harus terbangun tanpa ada Ibu disamping saya, karena Beliau adalah seorang Bidan di sebuah Rumah Sakit di Magelang, yang secara berkala tiap minggu kebagian tugas jaga malam.
1987 : Selama hampir 3 tahun, status saya adalah anak tunggal bagi kedua orang tua saya, sebelum akhirnya pada tengah tahun 1987, adik laki2 saya lahir. Bagaimana kesan pertama punya adik ? Awalnya menyebalkan, bahkan karena dibakar cemburu ( bahasanya berlebihan amat .. ) perhatian orang tua harus dibagi dua, saya sampai sakit. Tapi semakin kesini, saya semakin paham, saudara yang kita punya adalah ‘aset’ berharga, yang membuat kita tidak akan kesepian dan merasa sendirian di dunia. Hmm, i love my bro ..
1988 : Sudah cukup saya bersekolah hanya di rumah. Saatnya memulai memahami dunia luar yang liar ( lagi2 bahasanya aneh bener ). Pada tahun 1988, saya disekolahkan di TK Pertiwi Kodya Magelang. Cukup aneh bagi anak2 lain di lingkungan sekitar, kenapa harus sekolah jauh2, kenapa ngga disekitar rumah saja ? Tapi biarlah, saya memang aneh dan orang tua saya tidak sanggup menahan keanehan saya itu : keinginan untuk sekolah di TK yang berjarak lebih dari 5 km dari rumah.
1990 : Keanehan yang berhubungan dengan akademis masih berlanjut pada hidup saya. Lulus dari TK, proses masuk SD, sayapun mengungkapkan keinginan untuk sekolah di SD Negeri Magelang 6, salah satu SD favorit di kota saya yang juga ngga kalah jauh dari rumah. Keinginan itu sempat terhambat, mengingat usia saya saat itu belum genap 6 tahun. Akhirnya saya diuji kelayakan, apakah pantas masuk ke SD unggulan itu, jadilah, ketika semua teman2 sudah enjoy menghapal pancasila dan berteriak2 “A, B, C ..”, saya harus menjalani berbagai tes masuk -macam anak SD jaman sekarang saja-. Alhamdulillah, saya dinyatakan berhak bergabung di SD idaman itu. Selama 6 tahun berseragam putih merah, mengenyam berbagai pengetahuan dasar, menjalin banyak persahabatan dan berprestasi di segala bidang ( bohong, prestasi dapat rangking 3 mah orang lain juga banyak yang bisa ).
1996 : Alhamdulillah, lulus SD dengan nilai asal lulus
Yang penting bisa jadi modal untuk masuk SMP negeri lah. Hehe .. Saya lanjut ke SLTP Negeri 1 Magelang, disinilah saya belajar banyak hal, hal2 yang lebih ruwet dan rumit. Teman2 juga lebih banyak dan beragam, organisasi juga mulai mendukung keeksisan saya. Di SLTP ini, saya aktif di organisasi Pramuka Gudep 02.23 – 02.24 sebagai Regu Inti, bahkan hingga sekarang masih tergabung juga dalam ikatan alumninya : IKARI RANCA. Kisah cinta pertama juga mewarnai hidup saya di tingkat sekolah menengah pertama ini. Hwekekeke .. ( sudah cukup, ngga usah dibahas ).
1999 : Ngga terasa, sudah saatnya masuk SMU. Ada sebuah cerita dramatis pada fase kelulusan saya dari SMP menuju ke SMU ini. Waktu itu, hampir saja ( amat sangat nyaris ) saya bisa memenuhi satu lagi mimpi untuk bersekolah di sebuah dormitory school, yang saat itu sedang naik daun, SMU Taruna Nusantara. Namun ternyata jalan saya memang bukan disitu, saya harus jatuh sakit dan gagal pada tes terakhir. Kecewa ?? Tentu. Bukan hanya saya, orang tua juga. Namun ada pelipur yang segera saya dapatkan, saya diterima di SMU Negeri 1 Magelang, salah satu sekolah yang tidak kalah peringkat akademis dibanding SMU TN, hanya saja tidak berasrama. Kemudian, kehidupan saya di SMU tidak serapih ketika di SMP, tidak ada guratan prestasi akademis di rapor, tidak ada keeksisan loyal di suatu organisasi, bahkan membolos pelajaran saya jalani dengan ringan, semua saya jalani separuh2. Akhirnya penyesalan di akhir yang saya dapatkan, untung belum terlambat, saat2 terakhir menjelang EBTANAS saya berhasil menggenjot semangat dan optimisme yang sejak lama tidak saya punya. Alhamdulillah, hasil akhir tidak terlalu buruk, meskipun juga tidak sangat baik. Itulah pelajaran berharga, barangsiapa tidak menggunakan waktunya dengan baik, yang ada hanya penyesalan dan dialah yang merugi.
2002 : Tahun 2002 adalah gerbang baru untuk saya. Saya harus kuliah dan itu artinya harus mulai jauh dari orang tua, dari rumah. Saya memilih untuk ikut SPMB dan USM STAN, entah bagaimana caranya keduanya tembus. Pilihan2 harus mulai dipilih : Teknologi Industri Pertanian UGM atau Penilai/PBB STAN ?! Pilihan yang sulit, namun dengan berbagai pertimbangan saya memilih STAN, Jakarta -yang begitu jauh dari rumah dan orang tua-. Bismillah, semoga inilah jalan yang terbaik dan menjadi awal perjuangan yang barokah. So, jadilah selama 3 tahun saya pulang pergi Jakarta-Magelang, untuk menuntut ilmu dan kemudian melepas rindu pada orang tua, begitu terus. Disini, saya ditempa menjadi calon pegawai negeri -sekaligus menjadi risk saver-, berbagai pelajaran -tidak sekedar akademis, tapi juga hidup- saya dapatkan juga disini hingga akhirnya diwisuda pada 2005. Saat itu, betapa senangnya melihat kedua orang tua berbinar bahagia melihat saya bertoga : satu hal yang menurut saya sederhana, tapi ternyata begitu berharga bagi mereka.
2006 : Tengah tahun 2006, setelah hampir 1 tahun saya magang di Magelang, penempatan kerja keluar juga : KPPBB Jakarta Barat Dua, itulah tempat saya menuntut ilmu selanjutnya, sekaligus bekerja. Yah, jauh lagi deh dari rumah, apalagi waktu itu Bapak sedang terbaring sakit karena kecelakaan yang menimpanya pada Maret 2006. Namun sekali lagi, show must go on, tidak ada kata maklum untuk sebuah perjalanan hidup, semua harus terus berjalan. Wow, di kantor baru ini saya mendapatkan banyak hal baru juga, teman, atasan, masalah pekerjaan, WP yang rese dan sebagaianya. Pelajaran lagi, memang proses pembelajaran tidak pernah berhenti ..
2007 : Salah satu tahun tersulit dalam hidup saya, Ibu tercinta meninggalkan kami untuk selama-lamanya, dengan sakit yang tidak lama dan tidak menyiksa. Semua begitu tiba2, Bapak, saya dan adik terguncang. Namun masa berkabung tidak boleh diwarnai dengan air mata terlalu lama kan ? Ibu juga pasti tidak menginginkan itu. Kami bisa survive, ditengah cobaan yang begitu berat itu. Bagaimanapun, saya merindukan dia, Ibu .. Selain musibah wafatnya Ibu, saya juga mengalami mutasi kerja, dari KPPBB Jakarta Barat Dua ke KPP Pratama Jakarta Kembangan. Alhamdulillah, tidak terlalu jauh dari tempat kos saya dan suasana kerja yang ada juga cukup menyenangkan -meskipun tidak semenyenangkan kantor lama-. Tidak lama saya merasakan modernisasi di lingkungan kerja, karena akhir tahun 2007 saya bergabung kembali ke Jurangmangu, program D4 sudah menanti. Belajar lagi ..
2008 : Musibah kembali datang, April 2008 atau hanya bertaut 9 bulan dari wafatnya Ibu, Bapak menyusul. Bapak meninggal dengan sebuah penyakit bernama PiNET ( apa itu PiNET ? Silahkan baca disini ) yang tidak saya duga2 sebelumnya. Berat, namun semua sudah menjadi suratan, saya dan adik harus kembali bertahan dengan status baru : yatim piatu. Perjuangan ini harus berlanjut, hidup saya dan adik belum selesai, apalagi adik yang kuliahnya sedang berproses menuju lulus. Ya, perjuangan ini harus berlanjut .. Di tahun ini, saya juga mulai total menuntut ilmu di D4 saya, salah satunya ya ketemu Pak Cahyo sebagai dosen SIM ini. Hehehe .. Selebihnya, suasana belajar D4 memang berat, namun menyenangkan juga. Masa2 susah tidur dibawah jam 12 malam karena mengerjakan tugas, persiapan presentasi yang gedandapan dan lain2, tidak akan terlupakan.
2009 : ( ups, belum ya ?! hehe .. saya sih berharap pada tahun 2009 ada peristiwa yang mengubah hidup dan status saya secara signifikan -you know what, dont you ?- )
Wow, panjang bener ?! Maaf, terlalu asik nulis nih ..
Menulis memang hobi abadi saya. Hehe .. So, kunjungilah blog saya yang lain : http://theonenoerazhka.multiply.com ( blog ini lebih sering saya update ).
Then, keep blogwalking disini ..
Spesial untuk Pak Cahyo Winarto, monggo dipun kedhapi blog saya, semoga berkenan
Terima kasih telah memberi kesempatan bagi kami untuk menulis & ngeblog, ini benar2 menyenangkan bagi saya ..

