Primitive Neuroectudermal Tumor atau disebut juga PNET ..
Butuh banyak kekuatan untuk menuliskan semua ini, karena keganasan penyakit inilah yang merenggut Bapakku tercinta dari sisi kami, hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Tapi saya pikir, orang perlu tau tentang PNET, sangat sedikit website berbahasa Indonesia yang memiliki informasi tentangnya.
Bismillah, semoga berguna ..
Primitive Neuroectodermal Tumor adalah jenis tumor langka yang bermula di dalam sel dari primitive neural crest, terjadinya translokasi resiprokal ( keadaan saling menghilangkan ) antara kromosom 11 dan 22 dan efek dari biokimia & oncogene ( protein yang mengandung gen, dimana gen tersebut diindikasikan memiliki partisipasi dalam pembentukan dan memperkuat serangan kanker ).
Beberapa jenis PNET terjadi di otak, sementara jenis yang lain terjadi di bagian luar otak, misalnya extremities, pelvis dan chest wall. Bila PNET terjadi di otak, dia akan tumbuh di otak kecil ( cerebral cortex ) dan di pineal gland atau pineoblastoma, yaitu kelenjar endokrin kecil yang berada di otak belakang. Sementara, jika terjadi di luar otak ( peripheral ), PNET merupakan Ewing Family, yang meliputi tumor tulang dan extraosseus Ewing tumor ( tumor yang tumbuh di luar tulang ).
Gejala PNET biasanya kurang dapat dicermati oleh masyarakat awam. Gejala yang muncul tergantung dari ukuran dan letak tumbuhnya tumor. PNET mengakibatkan tekanan yang berlebihan di dalam kepala, efek awalnya penderita akan mengalami sakit kepala, mual dan muntah. Pada tingkat berikutnya, gejala yang muncul adalah tubuh melemah, gangguan ingatan, gangguan penglihatan dan kehilangan keseimbangan.
PNET dapat didiagnonis melalui 2 tahapan, yang pertama dengan melakukan pemeriksaan kebiasaan penderita yang memungkinkan menjadi pemicu tumbuhnya tumor dan pemeriksaan fisik penderita. Kemudian, langkah kedua adalah dengan melakukan CT Scan atau MRT Scan.
Kemudian, operasi atau pembedahan merupakan jalan pertama yang ditempuh untuk melakukan perawatan pada penderita PNET. Perawatan selanjutnya adalah dengan melakukan terapi radiasi atau penyinaran.
PNET dalam sudut pandang saya memang merupakan penyakit yang kejam, penyakit yang tidak memberikan kesempatan bagi penderitanya untuk melawan. Waktu itu, pada otak Bapak saya terdapat 3 buah tumor, dimana yang paling besar berada di sekitar otak belakang, yang terus menekan batang otak. Awalnya Bapak hanya kehilangan ingatan parsial, kemudian badan melemah, keseimbanganpun menurun drastis. Dan dalam waktu tidak sampai satu bulan, PNET merenggut kesadaran Bapak. Tumor itu begitu cepat tumbuh, sampai usaha operasi juga dilakukan, tapi ternyata tidak mengurangi keganasannya. Yang ada kesadaran Bapak semakin menurun, selama kurang lebih 5 hari di ICCU, hidup Bapak tergantung sepenuhnya pada alat bantu kedokteran, bahkan untuk bernafaspun harus disokong ventilator. Batang otaknya mati ditekan penyakit bernama Primitive Neuroectodermal Tumor. Hingga akhirnya perjuangan Bapak harus berhenti di hari ke 6 di ICCU, Beliau meninggal dengan tenang di Hari Kamis, 24 April 2008, pukul 14.45 di ICCU RS Bethesda Yogyakarta.
Perjuangan Bapak dan perjuangan kami sekeluarga melawan PNET memang harus terhenti saat itu. Tapi tidak untuk orang lain. Orang lain harus tahu tentang penyakit langka ini, jadi ketika ada gejala yang serupa bisa segera ditangani dan bisa meminimalisasi resiko di belakangnya. Untuk itulah saya menuliskan semua ini. Maaf jika ada kekurangan dan kesalahan, mohon dibenarkan, maklum saya bukan orang kedokteran. Saya hanya ingin berbagi, memudahkan pencarian informasi.
Semoga berguna.

Ada beberapa hal terkait hal ini yang terlintas dalam pikiran saya.
Apa penyebab kangker/tumor ini
Apa yang bisa menyembuhkan
Apa yang bisa menghindari penyakit ini
Untuk masalah menuliskan hal seperti ini dik, memang berat, terutama jika masih segar dalam ingatan.
Ada memang teman saya yang akhirnya dia membenci apa yang namanya rokok dan dia bercita-cita memiliki rumahsakit jantung karena ayahnya meninggal karena sakit jantung yang disebabkan rokok.
Untuk ke kangker tersebut dik, tentu apa yang kita harapkan adaalah: kita bisa terhindar. Terhindar berarti kita juga menghindari hal hal yang akan menyebabkan kanker tersebut. Mulai sekarang berarti kita harus lebih banyak mencari literatur tentang hal itu agar kita juga menhindarkan diri dan masyarakat dari ancaman benda mengerikan tersebut..
Semoga tulisan ini membawa berkah dan saya yakin berguna..
Amien